Pascabentrokan, Mahasiswa UNM Diliburkan

Kompas.com - 12/10/2012, 00:15 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Pascabentrokan antara mahasiswa Fakultas Teknik serta Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Makassar (UNM), Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meminta rektorat meliburkan dua fakultas tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu dari tiga langkah yang akan ditempuh oleh Pemerintah Sulawesi Selatan, Kepolisian, TNI, dan Rektorat UNM.

Menurut Syahrul, langkah meliburkan mahasiswa kedua fakultas untuk mengantisipasi adanya konsentrasi massa. Selain itu, rektorat harus melakukan mendekatan ke dalam supaya akar permasalahan bisa teratasi.

"Saya juga minta agar agenda di luar perkuliahan dikurangi," katanya seusai melihat dua jenazah korban tawuran di RS Bhayangkara, Makassar, Kamis (11/10/2012).

Selain itu, pihak rektorat juga diminta mensterilisasi kampus UNM, juga mengurus jenazah hingga ke rumah duka di Kabupaten Enrekang dan Bulukumba. Mahasiswa dilarang menggunakan motor sehingga pihak kampus menyediakan bus.

"Saya sudah minta kepada bupati masing-masing agar memfasilitasi segalanya. Namun saya minta, jenazah kedua korban dimandikan secara Islam dulu di RS Bhayangkara sebelum diberangkatkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Polda Sulawesi Selatan Irjen Mudji Waluyo meminta seorang mahasiswa senior Fakultas Teknik UNM untuk menenangkan yuniornya, untuk menghindari bentrok susulan yang bisa menambah korban luka ataupun meninggal.

"Saya turut berbelasungkawa atas kejadian ini dan saya meminta agar kamu selaku senior menenangkan yuniormu. Biarkan polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini dan meringkus para pelaku," kata Mudji kepada mahasiswa UNM tersebut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau